Friday, December 16, 2011

Surat Cinta tO My Future Husband..



Jika Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Pabila disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkurniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku.
Sungguh Allah yang mempertemukan & satukan hati kita dan 
berpesan

Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) kerana mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak
[QS: An Nisa' 19].

Rasulullah yang kita cintai pun berpesan,

Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan isteri-isteri mereka.

Jika kau lihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.
(HR. Muslim)

Sedarkah kau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya?
Bukankah kau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna.
bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu?

Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, 
padahal aku telah brusaha taat padamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu,
kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku,
ku ingin kaulah yang mengisi kekosongan hatiku.

Naungilah diriku dengan kasih sayang, 
dan senyuman darimu.
Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, 
ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmulah yang pesonakan diriku.

Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, 
Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh sseorang,

Sesungguhnya aku punya seorang anak perempuan, 
dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?

Ali r.a. pun menjawab, 
“Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, KERANA jika 
laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, & jika ia tak menyukainya maka dia tak akan menzaliminya."

Ku harap kaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, 
mungkin saat itu kau dambakan diriku sebagai isteri 
tanpa kekurangan & kelemahan.

Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut,
janganlah kasar terhadapku.

Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan pada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap isteri,

beliau pun menjawab, 
“Dia memberinya makan ketika ia makan, 
dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” 
Janganlah engkau keras terhadapku, kerana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar 
terhadap isteri-isterinya.

Duhai Calon Suamiku…
Tahukah kau anugerah yang akan kau terima dari Allah di akhirat kelak?
Tahukah kau balasan yang akan dianugerahkan pada suami-suami yang berlaku baik terhadap isteri-isteri mereka?

Renungkanlah bahawa, 

“Mereka yang berlaku adil, 
kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya.
Mereka org yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap isteri-isteri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.
[HR Muslim].

Ku doakan bahawa kaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, & aku lah permaisuri di istanamu.

Jika kau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan padamu.

Apabila kau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, 
namun tak akan ku lupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putera-puterimu. 

Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putera-puterinya?

Semoga kau kelak selalu mampu mendampingiku mendidik putera-puteri kita & bertakwa pada Allah.




puasa cinta sehingga tiba saat dan waktunya kau menjadi halalku..


No comments: